Contoh, Ciri-ciri dan Pengertian Hewan Amfibi

Dikesempatan kali ini saya akan membahas mengenai hewan amfibi. Mungkin sebagian besar dari kalian sudah ada yang pernah mempelajarinya saat duduk di bangku SMP.

Namun sekarang saya akan mengulangi pembahasannya dengan ringan dan mudah untuk dipahami. Sebelum membahas lebih jauh lagi, kita mulai dari partama yaitu pengertiannya terlebih dahulu.

Hewan amfibi adalah hewan yang bisa hidup di darat dan di air. Hewan yang termasuk ke dalam golongan amfibi diketahui sebagai hewan yang dapat beradaptasi untuk hidup di air dan darat dengan perkembangan metamorfosa yang sempurna.

Ciri-ciri Hewan Amfibi atau Amfibia

Berikut adalah ciri-ciri dari amfibi atau amfibia.

  • Amfibi pada umumnya mempunyai kulit yang halus ataupun kasar serta dilengkapi dengan lendir yang beracun untuk melindungi tubuhnya.
  • Pada umumnya amfibi memiliki tulang belakang yang mendukung sistem ekskresi pada hewan veterbrata.
  • Hewan amfibi termasuk ke dalam hewan yang berdarah dingin.
  • Pada hewan amfibi terdapat 3 ruang pada jantung.
  • Pada kaki hewan amfibi terdapat selaput atau kuku yang dapat digunakan untuk berenang didalam air.
  • Mempunyai telur yang biasanya diletakkan di dalam air atau lingkungan lembab dan dibuahi secara eksternal.
  • Hewan amfibi memiliki sistem peredaran darah yang tertutup.
  • Amfibi memiliki respirasi yang terpisah atau dalam kombinasi paru-paru, kulit dan insang.

Contoh-contoh Hewan Amfibi

Ada banyak sekali hewan amfibia yang dapat ditemukan disekitar lingkungan kita maupun di hutan. Berikut beberapa contoh hewan amfibi yang ada di Bumi.

1. Katak Sawah (Rana sp)

Katak Sawah (Rana sp)
Source: flickr.com

Katak sawah mempunyai ukuran yang kecil. Katak ini dapat mudah ditemukan di sawah-sawah yang tergenang. Katak sawah ini memiliki kaki berselaput yang membuat katak ini sangat pintar berenang.

Kulit yang terdapat pada hewan amfibi ini sangat licin dan berwarna tidak begitu mencolok. Katak banyak memakan serangga yang ada di tepi sawah.

Kulitnya yang licin tidak memiliki racun sama seperti pada kodok. Katak sawah ini memiliki kaki belakang yang lebih panjang dibandingkan dengan kaki depannya karena memungkinkan untuk berenang dengan cepat.

Hal ini dijadikan salah satu gaya olahraga berenang yaitu gaya katak. Katak bernafas menggunakan insang pada saat masa kecebong berbeda dengan sistem pernafasan invertebrata.

2. Kodok (Bufo sp)

Kodok (Bufo sp)
Source: pixabay.com

Kodok merupakan salah satu hewan amfibi yang dengan mudah untuk ditemukan. Hewan ini suka berdiam di daerah yang lembab misalnya di dekat sungai atau rawa.

Kodok memiliki kaki yang berkuku dan berselaput. Permukaan tubuh kodok kasar dan beracun. Kaki belakang kodok memiliki permukaan yang lebih panjang berguna untuk melompat.

Hewan ini memiliki warna yang gelap dan hidup di atas permukaan tanah. Ukuran kecebong kodok lebih besar dibandingkan dengan kecebong katak. Sistem eksrei pada reptil berbeda dengan amfibi.

3. Salamander (Salamandra sp)

Salamander (Salamandra sp)
Source: peerj.com

Salamander adalah salah satu hewan amfibi yang bentuknya mirip dengan tubuh cicak. Hal tersebut dapat diamati dengan cara melihat pada bagian tubuh salamander yang telah patah.

Salamander sangat suka berdiam di daerah yang lembab misalnya di dekat rawa. Salamander suka menghabiskan waktunya ditempat yang berair.

4. Katak Pohon (Hyla sp)

Katak Pohon (Hyla sp)
Source: katak888.blogspot.com

Ukuran katak ini berukuran lebih kecil dari katak sawah dan kodok. Hal yang menarik dari katak ini adalah katak ini memiliki warna yang mencolok dan beracun.

Katak pohon memangsa untuk makanannya berupa serangga kecil dengan menggunakan juluran lidah. Kaki kecil katak terdapat bantalan (pad) untuk melompat dari pohon satu ke pohon yang lainnya.

Permukaan kulit yang dimiliki katak licin dan halus, namun beracun. Ini juga termasuk contoh hewan metamorfosis sempurna.

5. Common Mudpuppy (Necturus Maculosus)

Common Mudpuppy (Necturus Maculosus)
Source: m.espacepourlavie.ca

Hewan amfibi ini merupakan salah satu jenis yang diketahui endemik berada di Timur Laut bagian Amerika Serikat. Hewan ini banyak ditemukan di wilayah negara Kanada dan ditempat lembab.

Mereka suka bersembunyi di sekitar kedalaman air hingga 90 kaki. Hewan ini juga diprediksi dapat hidup hingga 20 tahun. Pemakan daging seperti telur ikan, serangga, DLL.

6. Sesilia / Apoda (Caecilia sp)

Sesilia / Apoda (Caecilia sp)
Source: infosavana.blogspot.com

Sesilia atau apoda adalah hewan yang termasuk ke dalam golongan amfibia. Dan hewan ini juga termasuk ke dalam kategori hewan langka.

Baca juga: 15 Hewan langka yang terancam punah.

Sesilia mempunyai habitat di daerah yang lembab. Bentuk tubuh hewan ini panjang seperti ular, bedanya sesilia mempunyai tubuh yang lebih kecil.

sesilia dikenal dengan nama ulo duwel oleh orang jawa. Banyak yang menyangka bahwa sesilia ini adalah cacing atau anak ular karena memiliki bentuk yang mirip.

7. Surinam Horned Frog (Ceratophrys Cornuta)

Surinam Horned Frog (Ceratophrys Cornuta)
Source: milanzygmunt.com

Hewan amfibi ini memiliki tanduk yang kecil, dapat tumbuh hingga panjang 20 cm. Ditemukan di daerah utara wilayah bagian Amerika Serikat.

Hal unik yang dimiliki hewan ini adalah menyarang satu sama lain untuk bertahan hidup pada saar masa kecebong.

8. Purple Frog (Nasikabatrachus Sahyadrensis)

Purple Frog (Nasikabatrachus Sahyadrensis)
Source: gonefroggin.com

Hewan amfibi ini berasa dari India. Keunikan dari hewan ini adalah memiliki suara yang mirip dengan ayam. Ia hidup di dalam tanah dan akan keluar lagi pada saat ingin kawin.

9. Olm (Proteus Anguinus)

Olm (Proteus Anguinus)
Source: Reddit.com

Hewan yang satu ini berasal dari wilayah Eropa Selatan. Olm banyak ditemukan di perairan yang melalui tanah berkapur. Warna tubuh hewan ini merah muda seperti penduduk yang berada di sana.

10. Neuse River Waterdog (Necturus Lewisi)

Neuse River Waterdog (Necturus Lewisi)
Source: herpsofnc.org

Hewan ini menyerupai bentuk kadal dan banyak ditemukan di wilayah utara Carolina. Ukuran hewan ini kira-kira sekitar 16,5 hingga 28 cm. Permukaan kulitnya halus dan bercorak.

11. Diplocaulus (Double Caul)

Diplocaulus (Double Caul)
Source: wheremonstersdwell.com

Diplocaulus sejenis dengan salamander, tetapi hewan ini memiliki keunikan pada bagian kepalanya yang berbentuk seperti bumerang yaitu segitiga.

Hewan amfibi ini benar-benar aneh dan unik. Bentuk kepalanya yang segitiga dan pipih ini berungsi untuk mempercepat gerakan saat di air, agar bisa menerjang arus air dengan mudah.

Hewan amfibi ini memiliki 5 spesies yang telah ditemukan, yakni:

  • Salamandroides cope
  • Magnicornis cope
  • Brevirostris
  • Recurvatus olson
  • Minimus dutuit

Diplocaulus sudah berada di zona merah, yaitu terancam punah. Bahkan ada yang sudah mengatakan bahwa hewan ini sudah punah beneran.

Karena sudah sulit ditemukan lagi hewan amfibi ini di habitatnya yaitu daerah perairan Amerika Utara.

 

Leave a Reply