15 Hewan Langka yang Terancam Punah, Sudah Anda Temui?

Hewan langka adalah hewan yang berjumlah sangat dikit atau sangat jarang. Hewan bisa disebut hewan langka jika populasi menurun cepat dan jumlahnya di seluruh duni kurang lebih dari 10.000 ekor saja.

Jika hewan-hewan langka ini tidak ada yang dilindungi dan diselamatkan, maka lama-lama mereke akan punah/habis, tidak ada satu pun yang tersisa.

Biasanya hal ini terjadi karena perkembangbiakan mereka yang lambat, jumlah betina yang mulai habis, dan di sisi lain maraknya perburuan liar pada jenis mereka.

Berikut 15 hewan langka yang ada di Indonesia dan hampir punah:

1. Badak Jawa dan Sumatera

Hasil gambar untuk badak jawa dan sumatera

sumber: kaskus.co.id

Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) dan Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) menjadi pusat perhatian penting bagi pemerintah dan para pecinta lingkungan.

Badak Jawa (Javan rinho) dan Badak Sumatera (Sumatran rhino) merupakan 2 dari 5 jenis spesies badak yang masih mampu bertahan dari kepunahan, selain badak hitam afrika, badak india, dan badak putih afrika.

Namun, dua badak tersebut sudah masuk ke dalam kategori sangat terancam atau Critically endangered. Status konservasi tersebut sudah disandangkan pada spesies badak di Indonesia sejak 1996.

2. Burung Jalak Bali

Hasil gambar untuk burung jalak bali

sumber: vemale.com

Burung ini ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama latin jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan kebangsaan inggris, yaitu Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan hewan ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.

Jalak bali hanya bisa dijumpai di hutan bagian Barat pulau Bali. Burung jalak ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan dinobatkan pada tahun 1991 sebagai lambang fauna provinsi Bali.

Keberadaan burung jalak bali ini dilindungi undang-undang. Untuk mencegahnya ancaman kepunahan yang makin erius, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankannya program penangkaran jalak bali (Leucopsar rothschildi).

3. Komodo

Hasil gambar untuk komodo

sumber: mnn.com

Habitat komodo (Varanus komodoensis) di alam bebas sudah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan hewan ini sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan.

Biawak besar tersebut kini telah dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikannya hanya untuk melindungi mereka.

Baca Juga Nih : 15 Tumbuhan Langka yang Terancam Punah, Pernah Anda Lihat?

Habitat utama biawak besar ini hanya ada di Pulau Komodo, Flores, Rinca, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Komodo pertama kali didokumentasikan yaitu oleh orang eropa pada tahun 1910.

Nama hewan Karnivora ini semakin terkenal di dunia setelah tahun 1912 Pieter Antonie Ouwens, seorang direktur museum Zoologi di Buitenzorg (kini Bogor), menerbitkan paper tentang komodo seusai menerima foto dan kulit reptil ini.

4. Harimau Sumatera

Hasil gambar untuk harimau sumatera

sumber: kamicintapeternakan.blogspot.com

Kemungkinan jumlah populasi harimau Sumatera saat ini tak lebih dari 300 ekor saja, sehingga menurut WWF spesies ini merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup sampai saat ini.

Dan termasuk ke dalam klasifikasi satwa kritis atau hewam yang terancam punah (critically endangered). Warna kulit harimau sumatera ialah yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari warna kunig kemerah-merahan hingga oranye tua.

Tubuhnya juga yang paling kecil dibandingkan semua sub-spesies harimau yang hidup saat ini. Semakin sempitnya habitat karena aktivitas pembukaan lahan, membuat mereka semakin terancam punah.

5. Orang Utan Sumatera dan Kalimantan

Hasil gambar untuk orang utan kalimantan dan sumatera

sumber: travel.tribunnews.com

Orang utan, baik itu yang ada di pulau Sumatera atau Kalimantan juga termasuk spesies yang sangat terancam punah.

Menurut laporan dari IUCN, semasa 75 tahun terakhir populasi orang utan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80%.

Dalam waktu sekitar 1998 dan 1999, laju kehilanganlaju kehilangan tersebut dilaporkan mencapai sekitar 1000 orang utan per tahunnya.

Sementara waktu, pada tahun 2004, ilmuan memperkirakan total populasi orang utan di pulau Borneo, baik itu di wilayah Indonesia maupun di Malaysia ditemukan sekitar 54 ribu individu.

Perbedaan dari orang utan Borneo, orang utan Sumatera memiliki kantug pipi yang panjang pada orang utan jantan.

6. Pesut Mahakam

Hasil gambar untuk pesut mahakam

sumber: greeners.co

Pesut mahakam atau dalam bahasa latinnya adalah Orcaella brevirostris sejenis hewan mamalia yang sering disebut dengan lumba-lumba air tawar.

hampir punah atas berdasarkan data tahun 2007, populasi hewan tinggal 50 ekor dan menempati urutan tertinggi satwa Indonesia yang terancam punah.

Ilmuwan internasional mengklarifikasikan populasi pesut mahakam di sungai mahakam, Kalimantan Timur, dalam kondisi terancam punah.

Banyak hal yang mempengaruhi populasi pesut. Jumlah jatah makanan yang makin berkurang di alam, bolak-balik kapal ponton di kawasan habitatnya, dan penggunaan racun oleh nelayan setempat yang menjadi berkurangnya populasi ikan pesut.

7. Monyet Hitam Sulawesi

Hasil gambar untuk monyet hitam sulawesi

sumber: gocelebes.com

Kera hitam Sulawesi atau dalam bahasa latin disebut Macaca nigra atau sering juga disebut monyet jambul merupakan salah satu dari sekian jenis primata yang keberadaannya mulai terncam punah.

Kera hitam Sulawesi adalah satwa endemik pulau Sulawesi, tepatnya di wilayah provinsi Sulawesi Utara. Ciri khas pada monyet ini adalah jambul di atas kepalanya.

Sementara ini, kera di mata masyarakat setempat biasa dipanggil dengan Yaki, Bolai, dan Dihe. Kera hitam Sulawesi ini semakin hari semakin berkurang dan terancam punah.

Bahkan oleh IUCN Redlist sudah dikategorikan dalam status konservasi Critically Endangered (krisis).

8. Anoa

Hasil gambar untuk anoa

sumber: SitusHewan.com

Anoa adalah hewan endemik pulau Sulawesi, tepatnya di provinsi Sulawesi Tenggara. Anoa termasuk fauna peralihan (Asiatic – Australis).

Hewan yang termasuk ke dalam golongan hewan langka ini sudah diambang kepunahan sejak tahun 1960-an. Bahkan, selama sepuluh tahun terakhir jumlah populasinya semakin menurun drastis.

Diperkirakan saat ini jumlah anoa tidak lebih dari 5.000 ekor di alam bebas. Ancaman kepunahan memang tidak lepas dari perilaku masyarakat terhadap hewan.

Anoa sering diburu untuk diambil tanduknya, kulitnya, serta dagingnya. Ada dua jenis anoa, yaitu anoa dataran rendah dan anoa pegunungan.

Hewan ini hidup di dalam hutan yang masih rimbun dan sulit didekati manusia. Oleh karena itu hewan ini tidak bisa menjadi hewan ternak, karena tidak bisa dijinakkan.

9. Kanguru Pohon Wondiwoi

Hasil gambar untuk Kanguru Pohon Wondiwoi

sumber: infoalamliar.blogspot.com

Rupanya, kangguru bukan hanya ada di Australia saja, karena Indonesia juga memilikinya. Namanya adalah kanguru pohon wondiwoi, merupakan salah satu spesie hewan langka yang hidup di pulau Papua.

Berdasarkan spesimen yang ditemui oleh Ernst Mayr, hewan yang mempunyai nama latin Dendrolagus mayri ini diperkirakan memiliki berat sekitar 9,25 kg.

Bulunya yang berwarna hitam suram dengan beberapa bagian yang berwarna kekuningan. Daerah pinggul dan tungkai berwarna kemerahan dengan ekor keputihan.

Populasi kanguru pohon wondiwoi memang tidak pernah diketahui secara pasti. Namun berdasarkan IUCN Red List, diperkirakan jumlah populasi kanguru pohon ini sekitar 50 ekor saja.

Hal inilah yang membuat pihak IUCN Red List memasukkan kanguru pohon Wondiwoi/ Wondiwoi Tree-Kangaroo sebagai spesies yang sangat terancam punah (Kritis).

10. Kodok Pohon Unggaran

Hasil gambar untuk kodok pohon ungaran

sumber: binatang.mewarnaigambar.web.id

Philautus Jacobsoni atau bisa juga disebut kodok pohon unggaran. Hewan ini sudah memiliki status Critically endangered (hampir punah) dan juga masuk dalam daftar The IUCN Red List of Threatened Species tahun 2008.

Dalam penjelasannya, Philautus jacobsoni dinyatakan hampir punah dengan alasan daerah yang menjadi habitat kurang dari 10 km2, semua jenis katak ini hanya ada di Gunung Unggaran, Semarang, Jawa Tengah.

11. Ekidna Moncong Panjang Barat

Hasil gambar untuk Ekidna Moncong Panjang Barat

sumber: mongabay.co.id

Ekidna Moncong Panjang Barat mempunyai nama latin yaitu Zaglossus bruijnii atau dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan Western Long-beaked Echidna adalah hewan endemik yang berasal dari daerah Papua, dan Australia (punah).

Hewan ini tumbuh di ketinggian 1300-1400 mdpl. Kediamannya adalah padang rumput alpin dan hutan yang lembab.

Ekidna merupakan hewan mamalia yang bertelur (ordo Monotremata) yang masih bertahan hidup sampai sekarang di samping platipus (Ornithorhynchus anatinus).

Sepertina mana platipus, Ekidna termasuk hewan yang aneh. Ekidna menjadi aneh karena hewan mamalia selayaknya harimau ataupun tersius tetapi ekidna tidak melahirkan anaknya melainkan bertelur.

12. Beruk Mentawai

Hasil gambar untuk Beruk Mentawai

sumber: faunague.blogspot.com

Selain simakobu, wilayah mentawai juga dihun spesies primata lainnya. Orang lokal biasa disebut Bokoi atau bokkoi (Macaca pagensis).

Mereka sejenis dengan monyet yang menyebar terbatas (endemik) di kepulauan mentawai, yaitu pantai barat Sumatera.

13. Kakatua Jambul Kuning

Hasil gambar untuk Kakatua Jambul Kuning

sumber: jalaksuren.net

Kakatua jambul kuning memilki nama ilmiah yaitu Cacatua sulphurea. Jenis burung ini sudah terancam kelestariannya, daerah persebarannya adalah kepulauan Sunda kecil, Sulawesi, Bali, dan Timor.

14. Hiu Sentani

Hasil gambar untuk hiu sentani

sumber: jenisfloraindonesia.web.id

Hiu sentani atau dalama bahasa ilmiahnya Pristis Microdon adalah spesies ikan yang berada di lautan Indo-Pacific serta dapat juga hidup di sungai untuk melakukan siklus hidupnya.

Pada musim hujan ikan ini akan hidup di sungai air tawar, ketika memasuki musim kemarau, ikan hiu sentani ini akan lebih suka tinggal di muara atau teluk yang menyerupai air laut.

Selain di negara Australia, ikan ini juga ada di Kalimantan, Papua, India, Vietnam, Madagascar dan Afrika Timur.

Ikan ini menjadi salah satu hewan endemik yang ditemukan di danau Sentani, Papua. Jumlahnya yang menyusut membuat spesies ini masuk ke dalam satwa yang patut dilestarikan.

15. Katak Merah atau Katak Api

Hasil gambar untuk Katak Merah atau Katak Api

sumber: blogs.uajy.ac.id

Katak merah atau dalam bahasa ilmiahnya Leptophryne cruentata merupakan jenis katak endemik yang hanya ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Katak merahpun menjadi salah satu hewan langka yang terancam punah. Katak merah sering kali disebut juga sebagai katak darah. Katak darah dalam bahasa Inggris sering disebut sebagai Bleeding Toad atau Fire Toad.

 

Tinggalkan Pesan

%d blogger menyukai ini: