Tumbuhan Berbiji Terbuka

Cabang ilmu taksonomi memberikan manfaat bagi kita untuk mengenali berbagai macam organisme. Pada artikel kali ini akan diuraikan mengenai tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae).

Dunia tumbuhan memiliki beragam organisme yang digolongkan ke dalam tumbuhan dan memiliki beragam ciri. Tumbuhan berbiji terbuka merupakan subdivisi dari divisi spermatophyta yaitu kelompok tumbuhan yang berkembang biak dengan biji.

Tumbuhan berbiji terbuka diambil dari istilah Yunani yaitu Gymnospermae yang memiliki arti biji telanjang atau terbuka.

Dinamakan demikian dikarenakan ciri khas yang menonjol pada kelompok ini yaitu tidak memiliki ruangan pembungkus atau ovarium sebagai tempat perkembangan biji seperti yang ada pada kelompok angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

DARI BIJI KECIL, TUMBUH POHON PERKASA.

Baca Juga: Pengertian dan sistem organ pada tumbuhan

Pengertian Tumbuhan Berbiji Terbuka

Pengertian Tumbuhan Berbiji Terbuka

pixabay

Istilah gymnospermae berasal dari bahasa yunani, gymno artinya terbuka atau telanjang, sementara spermae berarti biji. Penamaan gymnospermae dikarenakan penampakan biji pada kelompok ini yang terbuka.

Hal ini dikarenakan gymnospermae tidak memiliki ovarium yang merupakan tempat perkembangan biji. Dengan demikian, tidak terjadi penyerbukan seperti pada kelompok angiospermae.

Serbuk sari akan langsung jatuh ditempat dimana ovum berada (dekat mikrophil). Sepintas, tumbuhan berbiji telanjang memiliki penampakan yang serupa dengan dikotil anggota angiospermae.

Organ reproduksi tumbuhan berbiji terbuka merupakan strobilus yang terbentuk dari daun yang khusus untuk menghasilkan sel gamet (sporofil).

Ciri-ciri Tumbuhan berbiji Terbuka

Ciri-ciri Tumbuhan berbiji Terbuka

pixabay

Adapun ciri – ciri dari kelompok tumbuhan berbiji terbuka yang membedakan dengan anggota tumbuhan lainnya ialah sebagai berikut.

Baca Juga: 49+ contoh, ciri-ciri dan pengertian tumbuhan monokotil

1. Tidak memiliki ovarium

Kelompok tumbuhan berbiji terbuka karena tidak memiliki ovarium seperti pada kelompok tumbuhan berbiji tertutup.

Bagian ovarium berfungsi sebagai tempat perkembangan biji, namun pada kelompok gymnospermae biji langsung berkembang pada bakal biji yang disebut dengan nusellus.

2. Tidak memiliki bunga, melainkan strobilus atau konus

Organ reproduksi gymnospermae ialah daun yang terspesialisasi menjadi penghasil gamet (sporofil) membentuk strobilus atau konus. Gymnospermae tidak memiliki bunga sejati seperti pada angiospermae.

Melalui strobilus atau konus inilah sel gamet jantan (mikrospora) dan sel gamet betina (megaspora) dihasilkan. Pada gymnospermae, sporofil hanya akan menghasilkan satu jenis sel gamet.

Oleh karena itu, terdapat sporofil jantan dan sporofil betina baik dalam satu pohon (monocious) atau terpisah (dioceous).

3. Pembuahan tunggal

Megasporangium (sel induk megaspora) akan membelah secara meiosis membentuk megaspora haploid yang akan berkembang menjadi sel gamet betina.

Sementara mikrosporangium akan bermeiosis membentuk mikrospora yang akan menjadi gamet jantan. Pembuahan pada kelompok gymnospermae disebut pembuahan tunggal karena hanya terjadi peleburan inti sperma dan inti ovum yang membentuk embrio (2n).

Sementara endosperm (cadangan makanan) embrio berkembang dari jaringan gametofit betina yang tidak dibuahi (n).

4. Memiliki kambium

Tumbuhan berbiji terbuka memiliki jaringan kambium sebagai meristem sekunder. Dengan demikian tumbuhan berbiji terbuka mengalami pertumbuhan sekunder (penambahan diameter batang). Sehingga, gymnospermae memiliki penamapakan menyerupai dikotil (anggota angiospermae).

5. Akar tunggang

Akar tumbuhan berbiji terbuka ialah akar tunggang. Akar gymnospermae juga memiliki kamibium, sehingga akan terbentuk akar – akar lateral yang memiliki diameter besar untuk menunjang tegaknya tumbuhan gymnospermae.

6. Habitus: semak, perdu, pohon

Tumbuhan berbiji terbuka memiliki penampakan yang beragam mulai dari tumbuhan semak, perdu, sampai pohon yang menjulang tinggi menuju langit.

Tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan berkayu yang mengalami pembesaran batang akibat aktivitas jaringan kambium.

Contoh Tumbuhan Berbiji Terbuka

Contoh Tumbuhan Berbiji Terbuka

pixabay

1. Pohon Cemara

pohon cemara

pixabay

Pohon cemara yang memiliki nama latin Araucaria Cunninghamii adalah tumbuhan berkayu yang memiliki bentuk daun yang unik dan indah.

Selain bentuk daunnya yang khas, cemara juga tidak memiliki buah, sehingga masuk contoh tumbuhan gymnosperamae. Pohon cemara sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah dibawah ini:

  • Cemara Kipas

Cemara kipas merupakan cemara yang berasal dari genus Thuja dan keluarga Cipressaceae, banyak yang menyebut pohon cemara kipas ini dengan sebutan tanaman cakar ayam.

Cemara jenis ini merupakan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab dan dapat ditemukan di rawa-rawa. Berbagai manfaat yang dapat digunakan dari pohon ini diantaranya adalah sebagai obat kudis suku India pada abad ke-16 silam, selain itu juga dapat digunakan sebagai obat penyakit rematik, psoriasis dan cystitis.

Kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat pagar ataupun perahu. Seiring berjalannya waktu, pohon cemara jenis ini dijadikan sebagai tanaman hias.

  • Cemara Pinsil

Cemara pinsil adalah jenis cemara yang berasal dari wilayah mediterania yang termasuk dalam keluarga Cupressaneae.

Cirinya sangat unik, yaitu memiliki kayu dengan bau yang harum, sehingga tak heran jika beberapa pintu Gereja dibangun dengan kayu pohon cemara ini.

Dulunya pohon ini digunakan oleh orang Yunani dalam upacara pemakaman sebagai penghormatan terakhir bagi orang yang meninggal.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pohon cemara ini dijadikan sebagai tanaman hias oleh sebagian besar orang di Florida.

Baca Juga: 13+ jenis tumbuhan pemakan serangga yang mengerikan

2. Pinus

pinus

pixabay

Pinus yang memiliki nama latin Pinus Mercusii atau Casuarina Equisetifolia atau Pinus Longaeva merupakan tumbuhan yang menghasilkan getah untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak pinus jenis Mercusii. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pohon pinus diantaranya adalah getahnya dapat diolah sebagai bahan utama dalam pembuatan sabun dan cat, selain itu juga dapat dimanfaatkan dalam industri parfum.

Kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, sebagai batang korek api serta dijadikan sebagai kerta dengan serat panjang.

Kulitnya yang lumayan tebal dapat dijadikan untuk bahan bakar yang nantinya abu hasil pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai campuran pupuk organik yang mengandung kalium tinggi.

Selain memiliki segudang manfaat yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, pinus mercusii ini juga memiliki kekurangan yang diantaranya adalah sangat rentan terbakar, sehingga apabila terjadi kebakaran di dekat pohon pinus yang kemudian merambat, maka api akan berkobar lebih besar.

Nilai jual dari jenis pinus ini sangatlah tinggi, jadi tidak heran apabila disekitar kita terdapat banyak lahan yang digunakan untuk membudidayakan pohon pinus.

3. Pakis Haji

pakis haji

pixabay

Pakis haji adalah tumbuhan yang masuk dalam keluarga tumbuhan paku ini memiliki nama lain Cycas Rumphii merupakan salah satu contoh tumbuhan gymnospermae.

Di Indonesia sendiri sering disebut sebagai ‘sikas’ atau ‘aji’. Di Indonesia, tanaman pakis haji ini biasanya dibudidayakan sebagai tanaman hias atau sebagai tanaman biasa yang ditanam di pekarangan rumah.

Pakis haji biasanya dapat dijadikan sebagai bahan makanan, seperti:

  • Diambil daun dan batangnya untuk dimasak tumis
  • Dijadikan sebagai lalapan
  • Dijadikan sayur pakis.

Manfaat yang dapat diperoleh sangat bermanfaat, diantaranya adalah untuk obat infeksi dan mencegah osteoporosis.

4. Zamia Furfuracea

Zamia Furfuracea

pixabay

Zamia Furfuracea merupakan nama latin dari tumbuhan Zamia. Tanaman ini dijadikan sebagai tanaman hias bagi kebanyakan orang.

Zamia dapat tumbuh pada kondisi cuaca yang panas, akan tetapi juga membutuhkan asupan air untuk pertumbuhannya.

Tanaman ini merupakan tumbuhan langka, hal tersebut karena perawatannya tidak begitu mudah, membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Zamia memiliki ciri khas pada daunnya, yaitu:

  • Struktur daunnya menyerupai kartu sehingga memiliki julukan sebagai Zamia Cardboard
  • Struktur daunnya inilah yang membedakan Zamia dengan tumbuhan lainnya.

5. Cycas Revoluta

Cycas Revoluta

pixabay

Cycas Revoluta merupakan nama latin dari tanaman Penawar Jambe (di Jawa). Tanaman ini biasanya dapat ditemukan di pekarangan rumah, dimana penawar jambe ini ternyata sama-sama satu keluarga dengan tanaman pakis haji.

Oleh sebagian banyak orang, tumbuhan ini dijadikan sebagai tanaman hias, akan tetapi beberapa orang juga memanfaatkannya sebagai obat. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman ini diantaranya adalah :

  • Dimanfaatkan sebagai obat kanker (stadium awal)
  • Untuk menurunkan darah tinggi
  • Sebagai obat diare
  • Sebagai obat penyembuh telat menstruasi
  • Menyembuhkan penyakit TBC.

Yang perlu diperhatikan ketika mengkonsumsi tumbuhan ini adalah takarannya, karena apabila terlalu berlebihan akan menimbulkan efek keracunan.

6. Melinjo

Melinjo

pixabay

Melinjo yang memiliki nama latin Gnetum Gnemon Linn adalah tumbuhan yang masuk dalam keluarga Gnetaceae. Dalam bahasa Sunda, melinjo sering disebut sebagai tangkil dan dalam bahasa Melayu disebut sebagai bago.

Melinjo adalah salah satu contoh tumbuhan gymnospermae yang memiliki batang kokoh, daunnya memiliki bentuk yang unik, yaitu bentuk oval yang ujungnya tumpul, selain itu tumbuhan ini diperkirakan dapat hidup hingga 100 tahun lamanya dan panenya dapat menghasilkan sekitar 80-100 kg apabila tingginya mencapai 25m.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh diantaranya adalah sebagai anti oksidan yang dapat mencegah penyakit berkembang dalam tubuh, mencegah terjadinya penuaan dini, mencegah pikun serta dapat dimanfaatkan sebagai obat asam urat.

Akan tetapi pengobatan asam urat dengan melinjo apabila tidak diiringi dengan mengurangi asupan makanan yang digoreng hasilnya tidak akan maksimal.

Baca Juga: 9+ contoh, ciri-ciri dan pengertian tumbuhan parasit


Itulah beberapa contoh tumbuhan gymnospermae yang dapat ditemukan di sekitar wilayah kita. Sebagian besar tumbuhan gymnospermae dijadikan sebagai tanaman hias dan obat-obatan tradisional bagi beberapa orang.

Akan tetapi, iklim di Indonesia yang berubah-ubah ini mempengaruhi pertumbuhannya, maka dari itu kita sebaiknya menjaga betul kelestariannya agar dimasa mendatang nanti tidak punah.

Show Comments

No Responses Yet

Tinggalkan Pesan

%d blogger menyukai ini: