Tumbuhan Lumut

Selamat datang di Ikrimah, pada blog ini saya akan berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu tentang tumbuhan lumut (Bryophyta), semoga ilmunya dapat bermanfaat ya.

Selembar daunku berarti secercah kehidupanmu

Baca Juga: 31+ jenis tumbuhan yang hidup di air

Pengertian Tumbuhan Lumut

Pengertian Tumbuhan Lumut

pixabay.com

Apa itu tumbuhan lumut? Tumbuhan hijau atau Bryophyta berasal dari bahasa Yunani dari istilah Bryon yang berarti lumut dan phyton yaitu tumbuhan.

Tumbuhan lumut adalah anggota kerajaan tumbuhan (Plantae) yang paling sederhana yang merupakan bentuk peralihan antara Thallophyta atau tumbuhan bertalus dan Cormophyta atau tumbuhan berkormus.

Arti tumbuhan bertalus adalah belum mempunyai akar, batang, daun sejati. Sedangkan arti tumbuhan berkormus adalah tumbuhan yang sudah mempunyai akar, batang, daun sejati. Lumut juga dikenal dengan moss.

Ciri-ciri Tumbuhan Lumut

ciri-ciri tumbuhan lumut

pixabay.com

1. Habitat

Ciri-ciri tumbuhan ini bisa dilihat dari habitatnya. Lumut pada umumnya tumbuh ditempat yang lembab seperti di lantai dasar hutan, di batang pohon, dinding sumur, tebing, kulit kayu yang lembab, atau permukaan batu bata.

Bahkan lumut juga bisa tumbuh di dinding rumahmu yang kebetulan kekurangan asupan sinar matahari, sehingga keadaannya lembab. Tumbuhan lumut paling suka dengan tempat-tempat lembab.

2. Gametofit

Struktur tubuh lumut memiliki generasi gametofit. Gametofit adalah sebuah fase metagenesis yang merupakan pergiliran keturunan. Gametofit tumbuhan lumut tumbuh dari spora yang disebarkan sporogonium yang dibawa sporofit.

3. Ukuran

Sebagian besar tumbuhan ini berukuran kecil. Kebanyakan tidak sampai 1 atau 2 cm. Namun, beberapa tumbuhan lumut ditemukan hingga 20 cm.

4. Warna

Ciri-ciri tumbuhan tersebut yang paling mencolok adalah warnanya. Tumbuhan lumut berwarna hijau karena mengandung klorofil yang digunakan fotosintesis (autotrof) sehingga bisa memproduksi makanannya sendiri.

5. Pembuluh

Tumbuhan itu tidak mempunyai pembuluh xylem dan floem. Jaringan pengangkut lumut berupa jaringan empulur. Penyerapan air dilakukan oleh rizoid dengan cara ambibisi, kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tubuh melalui proses difusi.

6. Dinding Sel

Ciri-ciri tumbuhan ini adalah dinding selnya yang terdiri atas selulosa. Namun, dinding tersebut tidak diperkuat oleh lignin seperti pada tumbuhan darat pada umumnya.

7. Daun

Jika dilihat dari jauh, mungkin Anda akan menebak bahwa lumut tidak mempunyai daun seperti kebanyakan tumbuhan.

Namun, daun tumbuhan ini tersusun atas selapis sel berukuran kecil, sempit, panjang, serta mengandung kloropas yang tersusun seperti jala.

8. Lapisan Pelindung

Lumut memiliki lapisan pelindung berupa kutikula dan gametangia. Dua lapisan itu berupa lapisan berlilin yang berfungsi untuk menahan masuknya air. Selain itu, lapisan itu juga mampu mengurangi penguapan.

9. Akar

Meskipun lumut kebanyakan tumbuh di permukaan vertikal, namun lumut tetap mempunyai akar.

Akar lumut rizoid alias akar semua yang terdiri atas beberapa lapis sel parenkim yang berbentuk serabut seperti benang. Akar itu berperan untuk melekatkan lumut pada permukaan yang ditumbuhi.

10. Sel Kelamin

Ciri-ciri selanjutnya yang dimiliki oleh tumbuhan ini adalah sel kelamim. Sperma lumut diproduksi oleh anteridium. Sedangkan ovum diproduksi oleh arkegonium.

11. Struktur Tubuh

Ciri-ciri lainnya pada tumbuhan ini yaitu belum memiliki batang, daun dan akar yang sebenarnya.

12. Cara Berkembang Biak

Sama persis seperti tumbuhan lain, lumut juga bisa berkembang biak. Lumut dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. Kedua cara pembiakan itu berlangsung silih berganti sehingga terjadi pergantian keturunan atau pergiliran keturunan (metagenesis).

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

pixabay.com

Lumut terdapat sekitar 16.000 spesies yang kini sudah dikenali dan diklasifikasikan. Lumut diklasifikasikan dalam 3 jenis kelas. Yaitu Hepaticopsida atau lumut hati, Anthocerotopsida atau lumut tanduk, dan Bryopsida atau lumut daun.

Baca Juga: Pengertian, ciri-ciri dan contoh tumbuhan berbiji terbuka

1. Lumut Hati (HepatiCospida)

Lumut Hati (HepatiCospida)

pixabay.com

Lumut hati mencakup sekitar 6.500 spesies lumut hati yang tumbuhan tak berpembuluh.

Bentuk tubuh gametofit pada lumut hati tersusun dengan struktur yang berbentuk hati pipih yang disebut dengan talus, yang tidak terdiferensiasi menjadi akar, batang, dan daun.

Tubuh lumut hati terbagi menjadi dua lobus. Siklus hidup tumbuhan lumut hati ini mirip seperti dengan lumut daun, walaupun bentuk tubuh yang berbeda.

Di dalam sporangium lumut hati terdapat sel yang berbentuk gulungan yang disebut dengan elatera. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka yang membantu dalam membantu memencarkan spora.

Dari sebagian jenis lumut hati, gametangium berada pada struktur batang yang disebut dengan Arkegoniofor dan Anteridiofor.

Arkegoniofor adalah bagian yang menghasilkan arkegonium dan anteridiofor adalah bagian yang menghasilkan antheridium.

Reproduksi lumut hati melakukannya dengan cara reproduksi aseksual dengan sel yang disebut dengan gemma. Gemma adalah struktur mangkok di permukaan gametofit.

Contoh jenis-jenis dari lumut hati adalah Marchantia polymorpha, Ricciocarpus natans, Reboulia hemisphaerica, Pellia calycina, dan Riccardia indica.

Ciri-ciri dari lumut hati. 

  • Gametofit yang berwarna hijau dengan bentuk tubuh lembaran, pipih, dan berlobus.
  • Pada umumnya tidak memiliki daun seperti marchantia dan lunularia, namun ada juga yang berdaun seperti jungermannia.
  • Lumut hati berkembang dengan posisi mendatar dan melekat pada substrak dengan menggunakan rizoid.
  • Lumut hati banyak ditemukan di berbagai tanah yang lembab, khususnya hutan hujan tropis.
  • Lumut hati ada juga yang tumbuh di permukaan air seperti Ricciocarpus natans.
  • Sporofit tidak memiliki klorofil dan tidak mengandung kolumella.
  • Spora berkecambah tidak melalui pembentukan protonema.
  • Perkembangbiakan secara aseksual.
  • Pembentukan gemma atau kuncup. Contoh lumut hati yang mengalami  pembentukan kuncup adalah marchantia polymorpha, lunalaria, dan blasia.

Baca Juga: 49+ contoh, ciri-ciri dan pengertian tumbuhan monokotil

2. Lumut Tanduk (Anthocerotaceae)

Lumut Tanduk (Anthocerotaceae)

pixabay.com

Lumut tanduk mempunyai gametofit mirip dengan gametofit lumut hati, perbedaan keduanya hanya terletak pada sporofitnya.

Di mana sporofit lumut tanduk mempunyai kapsul yang memanjang tumbuh seperti tanduk dari gametofit dan mengandung kutikula.

Sporofit tumbuh dari jaringan cawan arkegonium. Setelah sporofit masak, bagian ujungnya akan terbelah menjadi dua.

Sporongium mempunyai benang-benang elater yang berfungsi untuk mengatur pengeluaran spora, dan pada kapsulnya terdapat stomata.

Anteridium dan arkegonium ada yang terletak pada talus yang sama (berumah satu), ada juga yang terletak pada talus yang berbeda (berumah dua).

Lumut tanduk tumbuh ditempat yang berbatu atau tanah yang lembab. Lumut tanduk mempunyai spesies 100 lumut tanduk.

Contoh jenis lumut tanduk adalah Anthoceros punctatus, Phaeoceros laevis, Falioceros, dan Leiosporoceros.

Ciri-ciri dari lumut tanduk.

  • Gametofit berbentuk lembaran.
  • Sporofit berbentuk seperti kapsul memanjang seperti tanduk.
  • Di dalam tanduk menghasilan spora.
  • Struktur anatomi pada talus homogen dan ditiap selnya mengandung kloroplas dengan satu pirenoid yang besar.
  • Sporogonium terdiri atas kaki dan kapsul.
  • Spora berkecambah tidak membentuk protonema.
  • Perkembangbiakan secara aseksual.
  • Habitat pada daerah bebatuan atau tanah yang lembab.

3. Lumut Daun (Musci)

Lumut Daun (Musci)

pixabay.com

Lumut daun merupakan lumut yang paling banyak dikenal. Lumut daun juga dikenal dengan sebutan lumut sejati.

Jumlah terbanyak dari dua kelas seperti lumut hati dan tanduk yaitu sekitar 30% dari permukaan daratan bumi yang mempunyai 10.000 spesies.

Struktur lumut daun adalah mirip akar (rizoid), mirip batang, dan mirip daun. Tubuh fase gametofit lumut daun mempunyai gametangium pada bagian atasnya.

Kebanyakan spesies tumbuhan lumut mengahasilkan gamet yang berbeda antara jantan dan betina.

Namun ada yang menghasilkan jantan dan betina pada satu tumbuhan tubuh fase sporofit yang dihasilkan akan tumbuh dan menghasilkan gametofit betina pada bagian atasnya.

Sporofit menempel pada gametofit dan bergantung untuk memperoleh nutrisi. Setelah dewasa, sporofit akan mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan yang terdiri dari kaki yang melekatkan sporofit pada gametofit.

Selin itu menyerap nutrisi gametofit yang disebut seta atau batang, dan kapsul mengandung sel-sel sporogenik.

Pada sebagian spesies kapsul dilapisi struktur seperti tudung yang disebut dengan kaliptra yang dihasilkan oleh arkegonium.

Spora lumut akan berkecambah dan tumbuh menjadi filamen pada lingkungan yang sesuai yang disebut dengan protonema.

Contoh jenis lumut daun yaitu Polytrichum commune, Dichodontium, Camphylopus, Polytrichum hiperboreum, Sphagnum palustre, Spaghnum squarrosum.

Ciri-ciri lumut daun.

  • Tubuh lumut daun mempunyai bentuk kecil dan tumbuh dengan tegak.
  • Pada umumnya tinggi lumut kurang dari 10 cm, tetapi ada juga yang mencapai 40 cm misalnya Polytrichum commune.
  • Lumut daun mudah ditemukan di permukaan tanah, tembok, batu-batuan, atau menempel pada kulit pohon.
  • Akarnya berupa rizoid.
  • Fase gametofit adalah fase dominan.
  • Spora terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan endospora dan eksospora.
  • Habitat di tempat lembab.

Manfaat Tumbuhan Lumut

Manfaat Tumbuhan Lumut

pixabay.com

Lumut memiiki manfaat terhadap makhluk hidup, seperti Marchantia polymorpha, umut ini termasuk ke dalam klasifikasi lumut hati, dan sesuai dengan namanya lumut ini dapat digunakan sebagai pengobatan hepatitis (infeksi pada hati).

Jenis-jenis lumut gambut seperti Sphagnum yang termasuk ke dalam klasifikasi lumut daun dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.

Dalam lingkungan, lumut memiliki peran sebagai penyedia oksigen, penyimpan air. Lumut dapat menyimpan air yang tertangkap diantara daun dan tangkainya karena selnya seperti rozoid dan sel parenkimnya dapat menyerap air dan garam mineral dan bersifat seperti spons.

Setelah air diserap seperti pada lumut hati yang menyerap air pada tempat yang ditumbuhinya, seperti pada pepohonan tumbang, itu akan membuat tanah menjadi kering, dan melindungi lumut tersebut dari kekeringan juga.

Dengan kemampuannya menyerap air, juga akan menciptakan lingkungan alami untuk persemaian benih untuk tumbuhan bungan berkayu, herba, dan tumbuhan conifer. Lumut juga berfungsi untuk penyerap polusi yang terdapat pada lingkungan sekitar kita.

Lumur juga dapat menambah estetika suatu daerah yang ditumbuhinya secara luas, membuat mata dapat memandangi pemandangan hijau yang terbentang luas. Dan juga memberi sumbangan terhadap modifikasi alam sekitar.

Peranan Bryophyta yang lain adalah memperlambat proses erosi, karena daya penyimpanan airnya lebih baik daripada daun yang sudah mati.

Sehingga memperlambat air pada permukaan tanah yang cepat dari air hujan. Dan semua manfaat serta peranan lumut ini dapat terjadi karena mereka merupakan tumbuhan yang berkelompok dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang baik.

Baca Juga: Pengertian dan sistem organ pada tumbuhan


Nah itulah pontingan saya kali ini mengenai tumbuhan lumut, semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila ada sedikit yang sulit dimengerti silahkan kalian tanyakan melalui komentar yang ada di bawah ini.

Kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terima kasih karena telah membaca di ikrimah, jangan lupa like, follow, dan komentar yah gaes. Loading…

Show Comments

No Responses Yet

Tinggalkan Pesan

%d blogger menyukai ini: