Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil – Sebagian besar orang-orang tentu sudah tahu apa itu biji pada tumbuhan. Ada biji tomat, biji mangga, biji cabai, biji jambu, dan lain sebagainya.

Biji merupakan salah satu bagian organ dari tumbuhan selain buah, daun, batang, dan  lain sebagainya yang berperan penting dalam perkembangbiakan tumbuhan tersebut.

Ilmuan membagi jenis tumbuhan, salah satunya berdasarkan jumlah keping biji yang dimiliki. Yaitu tumbuhan monokotil ciri (berkeping biji dua atau berbiji belah) dan dikotil ciri (berkeping biji satu atau tunggal).

Pengertian tumbuhan monokotil adalah kelompok tumbuhan berkeping biji tunggal dan hanya memiliki satu daun lembaga.

Ciri-ciri Tumbuhan Monokotil

 

Perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil, diantaranya:

  • Biji berkeping satu.
  • Akar serabut.
  • Batang beruas-ruas.
  • Batang tidak berkambium.
  • Memiliki tudung akar (kaliptra).
  • Kelopak bunga kelipatan tiga.
  • Tulang daun yang melengkung, sejajar, dan membentuk pita.
  • Memiliki koleoptil.
  • Akar dan batang tidak tumbuh membesar.
  • Batang tidak bercabang.

Nah, dari beberapa ciri-ciri di atas, kita dapat dengan mudah memahami dan membedakan antara monokotil dan dikotil.

Famili

Monokotil terdiri dari beberapa dari berbagai famili, diantaranya:

1. Suku Pinang-pinangan (Arecaceae)

Salah satu tumbuhan yang masuk ke dalam suku ini yaitu kelapa, hampir seluruh bagian pohon kelapa bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kehidupan manusia.

Air kelapa yang mempunyai kandungan manfaat besar, buahnya yang digunakan sebagai bahan masakan. Bahkan di Maluku, kelapa digunakan untuk membuat sagu. Dimana sagu adalah makanan pokok di sana.

2. Suku Pisang-pisangan (Musaceae)

Suku yang berikut ini bermanfaat sebagai sumber pangan, bahan tali, tanaman hias, dan lainnya. Seperti contohnya pisang emas, pisang kulit tipis, dan pisang ambon yang memiliki rasa enak. Biasanya dikonsumsi oleh manusia serta mengandung banyak manfaat.

Suku ini mempunyai ciri khas, antara lain daun-daunnya yang berpelepah, tulang daun menyirip dan mirip seperti lancet, batang semu, bunga tunggal yang berupa karangan, ada yang kelamin betina dan ada yang kelamin jantan

3. Suku Jahe-jahean (Zingiberaceae)

Rempah-rempah khas Indonesia seperti jahe, kunyit, kencur, laos, temu hitam, dan temu lawak adalah beberapa contoh dari suku jahe-jahean yang biasanya dimanfaatkan sebagai obat atau bumbu masak.

Di area pegunungan biasanya, keluarga monokotil jahe dimanfaatkan untuk menghangatkan tubuh, sekarang banyak juga minuman yang berbahan dasar jahe.

Zingiberacea memiliki ciri-ciri dimana pelepah daun yang memeluk batang tumbuh dari batang yang tumbuh dari dalam tanah (rimpang), bunganya mengandung sel kelamin jantan dan sel kelamin betina serta kelopak yang berbentuk tabung.

4. Suku Anggrek-anggrekan (Orchidaceae)

Nah, keluarga monokotil yang satu ini memiliki ciri khas dimana daun yang bertepi rata dan berdaging dengan letak berseling 2 baris.

Pangkal batang menggembung bermanfaat untuk menyimpan cadangan air, berakar rimpang, dan dalam 2 bunga mengandung 2 sel kelamin ialah jantan dan betina.  Beragam jenis anggrek hias adalah contoh dari suku ini.

5. Suku Rerumputan (Poaceae atau Graminae)

padi yang kita ketahui adalah makanan pokok bagi orang Indonesia yang masuk ke dalam famili poacea atau graminae. Selain padi, ada juga jagung dan gandum yang memiliki banyak manfaat untuk manusia.

Dan ada juga tebu yang sering dijadikan bahan baku untuk membuat gula. Ada Andropagon nordus yang dibuat menjadi bahan baku tali dan tertil, serta bambu betung yang biasa digunakan untuk membuat bahan perabotan rumah dan bangunan.

Suku rerumputan memiliki ciri-ciri yaitu daun berbentuk pita, tulang daun sejajar dan melekat di batang, berakar serabut, batang agak merongga, mudah terbang ketika ditiup angin, bunganya berbentuk bulit, dan penyerbukannya yang dibantu oleh angin.

Contoh-contoh Tumbuhan Monokotil

Berikut ini saya akan menjelaskan mengenai tumbuhan monokotil contohnya beserta nama latin, manfaat, dan gambarnya serta pembahasan lengkapnya.

1. Bunga Anggrek (Orchidacae)

Bunga anggrek juga termasuk kekategori monokotil. Tumbuhan ini memiliki macam dan jenis-jenis bunga anggrek. Pada umumnya bunga ini tumbuh di daerah tropis, termasuk juga di Indonesia.

Bunga anggrek biasa hidup di lingkungan yang lembab dan memiliki ketahanan terhadap lingkungan lembab. Bunga ini sudah dikenal sebagai salah satu bunga yang terindah di dunia. Dan biasanya sering dijadikan sebagai tanaman hias karena indah.

2. Tebu (Saccharum sp)

Harian Jurnal Asia

Contoh yang berikutnya adalah tebu. Tebu biasanya tumbuh di wilayah yang panas dengan suhu tinggi, dan biasa ditanam di tanah dengan ketinggan 1300 mdpl. Air tebu biasa dapat diolah menjadi gula.

Ada banyak sekali manfaatnya jika tebu dikonsumsi, dari airnya dapat diolah menjadi gula dan mengatasi dehidrasi. Selain itu, airnya dapat mengatasi penyakit jantung serta dapat juga menjadi antioksidan untuk mencegah penyakit kanker.

3. Pohon Kelapa (Cocos nucifera)

Pohon kelapa juga termasuk ke golongan monokotil. Pohon ini paling sering kita temui di sekitar pantai. Cirinya adalah tingga pohon yang menjulang dan memiliki bentuk akar serabut.

Selain itu juga pohon kelapa memiliki tulang daun panjang melengkung dengan batang yang beruas-ruas. Dalam prosesnya, inti sel di dalam buah kelapa berkembang menjadi tunas bakal pohon kelapa. Manfaatnya untuk obat alergi, dijadikan minyak kelapa dan daunnya dipakai sebagai anyaman.

4. Pisang (Musa sp)

Pisang juga termasuk ke dalam golongan monokotil. Jenis tumbuhan seperti ini sering kita jumpai di sekitar kita baik di kebun tetangga atau di halaman rumah. Pisang menjadi pohon yang umum ditemui di daerah perdesaan.

Banyak sekali manfaat pisang jika dikonsumsi. Misalnya, bagus untuk program diet serta dapat menjaga kesehatan jantung. Kandung zat di dalam pisang juga dapat mengatasi penyakit anemia serta mampu memperlancar sistem pencernaan manusia.

5. Sawit (Elais guinensis)

Tumbuhan ini juga menjadi salah satu contoh tumbuhan monokotil. Ciri-ciri kelapa sawit antara lain mempunyai perakaran yang berserabut, dan juga memiliki daun majemuk sehingga termasuk ke kategori monokotil.

Kepala sawit dapat ditemui di tempat perkebunan sawit. Ada banyak manfaat sawit bagi manusia. Misalnya, untuk bahan minyak goreng, untuk campuran bahan bakar biodiesel, untuk bahan pembuat mentega, untuk bahan pembuat lotion dsb.

6. Padi (Oryza sativa)

Contoh monokotil yang berikutnya adalah tanaman padi. Padi yang diolah menjadi beras dan kemudian menjadi nasi, dikenal sebagai makanan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Padi adalah sumbernya karbohidrat dan vitamin D. Padi juga dapat digunakan untuk merawat kulit sebagai obat sendiri. Di Indonesia ada banyak petani padi yang mencari nafkah dengan menanam padi untuk dijual.

7. Jagung (Zea mays sp)

Jagung juga termasuk sebagai contoh tanaman monokotil yang cukup dikenal. Jagung bisa dijadikan sebagai makanan pokok sebagai alternatif padi atau beras. Jagung memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi.

Ada sangat banyak manfaat jagung, sehingga orang-orang banyak yang mengonsumsinya. Diantara manfaatnya yaitu menyehatkan jantung, menyehatkan mata, mencegah anemia, sebagai antioksidan penyakit kanker serta sebagai sumber vitamin B komplek yang baik.

50 Tumbuhan Monokotil

  1. Pandan Wangi (Pandanus amaryllfolium)
  2. Nibung (Oncosperma tigillarium)
  3. Rumput-Rumputan (Kyllinga monocephala)
  4. Kemenyan (Styra sp)
  5. Hangkang (Palaquium leiocarpum) 
  6. Bunga Lili (Lilium longiflorum)
  7. Melinjo (Gnetum gnemon)
  8. Rumput Gajah (Penisetum purpureum)
  9. Palem Janggut (Coccothrinax crintia)
  10. Laos/Lengkuas (Alpinia galanga)
  11. Rotan Lilin (Calamus javensis)
  12. Blueberry (Vaccinium corymbosum)
  13. Sagu/Rumbia (Metroxylon sago)
  14. Palem Kipas (Livistona chinensis)
  15. Nyiur (Lodoicea maldivica)
  16. Padi Ketan (Oryza glutinosa)
  17. Ganyong Hutan (Canna indica)
  18. Jukut Ibun (Drymaria cordata)
  19. Bacang (Magnifera foetida)
  20. Aren (Arenga pinnata)
  21. Kedondong (Spondias dulcis)
  22. Pisang Kipas (Ravenala madagascarien)
  23. Buah Persik (Prunus persica)
  24. Siwalan (Borassus sp)
  25. Strawberry (Fragaria daltoniana)
  26. Ceremai (Phyllanthus acidus)
  27. Pinang-Pinangan (palmae)
  28. Malaka (Phylantus emblica)
  29. Anggur (Vitis vinivera)
  30. Nanas (Ananas comocus)
  31. Buah Naga (Hylocereus undatus)
  32. Buah Kiwi (Actinidia deliciosa)
  33. Melon (Cucumis melo)
  34. Sawo (Menikara kauki)
  35. Bawang Merah (Allium ascolonium)
  36. Salak (Salacca edulis)
  37. Vanili (Vannili planifolia)
  38. Srikaya (Annona squamosa)
  39. Kunyit (Curcuma longa linn)
  40. Buah Kurma (Phoenix dactylifera)
  41. Timun (Timonius sericcus)
  42. Enau (Arenga pinnata)
  43. Tanaman Tebu (Saccharum sp)
  44. Jahe (Zingiber officinale)
  45. Bunga Anggrek (Orchidacae)
  46. Jagung (Zea mays sp)
  47. Padi (Oryza sativa)
  48. Sawit (Elais guinensis)
  49. Tumbuhan Pisang (Musa paradisiaca)
  50. Pohon Kelapa (Cocos nucifera)

Leave a Reply